SMA dan SMK Se-Kabupaten Nagekeo 100 Persen Laksanakan UNBK

Mbay, DISDIK.NTTPROV.GO.ID – Pelaksanaan Ujian Nasional SMA/SMK tahun 2018 telah berlansung. Untuk jenjang SMK, UN dilaksanakan pada tanggal 2-5 April 2018, sedangkan UN SMA diselenggarakan seminggu kemudian, tepatnya tanggal 9 – 12 April 2018.

Sebanyak 516 SMA dan 264 SMK se-Nusa Tenggara Timur yang menyelenggarakan UN tahun ini. Dari 516 SMA, sebanyak 193 sekolah yang melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), sebanyak 378 masih menggunakan model ujian konvensional berbasis UNPK (Ujian Nasional Pensil Kertas). Sementara itu, sebanyak 138 SMK yang melaksanakan UNBK,  126 SMK yang masih berbasis UNPK.

Jumlah sekolah yang melaksanakan UNBK tahun ini mengalami peningkatan jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Hal ini sejalan dengan arah kebijakan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur yang menargetkan 100 persen SMA/SMK melaksanakan UNBK tahun ini. Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur tidak hanya mewacanakan 100 persen UNBK, juga mengalokasikan bantuan   komputer melalui dana DAK tahun 2017.

Target yang hendak diraih pemerintah provinsi NTT memang belum maksimal karena berbagai faktor atau kondisi di lapangan seperti kesiapan sekolah-sekolah yang belum memadai karena terbatasnya perangkat komputer/laptop, jangkauan jaringan listrik dan akses internet.Namun, beberapa sekolah kondisi ini tak menghalangi semangat mereka untuk melaksanakan UNBK. Salah satu strategi mereka adalah menyewa broadband, generator serta meminjam laptop dari guru, orang tua dan siswa.

Di tengah keterbatasan ini, kondisi ini justeru mendorong partisipasi semua pihak. Masalah pendidikan tak menjadi urusan stakeholder bidang pendidikan dan insan pendidikan semata melainkan menjadi tanggung jawab bersama orang tua dan siswa.

Terkait pelaksanaan UN di kabupaten Nagekeo tahun ini, semua sekolah baik SMA maupun SMK mengalami kemajuan yang sangat pesat. Jika pada tahun 2017, hanya tiga sekolah baik SMA maupun SMK yang melaksanakan UNBK, maka tahun ini semua sekolah melaksanakan UNBK dengan rincian 13 SMA dan 4 SMK. Beberapa kepala sekolah yang dijumpai (Selasa (10/04/2018)mengaku puas dan bangga dengan pelaksanaan UNBK di sekolahnya meskipun mereka mengalami banyak kesulitan. Hal ini seperti yang disampaikan oleh Kepala Sekolah SMAK St. Fransiskus Xaverius Boawae, Bruno Kewo Ule, S.Fil ketika dijumpai di Boawae baru-baru ini.

“Pelaksanan UNBK tahun pertama, luar biasa dan berjalan dengan baik meskipun persiapannya panjang dan membutuhkan biaya yang besar. Kami berjuang cukup maksimal,” tuturnya kepada tim monitor UN dari Dinas Pendidikan Provinsi NTT.

Terkait dengan komputer dan atau laptop yang digunakan selama kegiatan UNBK, ia mengaku merupakan bantuan dari Pemerintah Provinsi NTT sebanyak 12 unit, 11 unit dibeli dari pembiayaan dana BOS setiap tahun serta 17 unit lainnya merupakan komputer yang dipinjamkan dari guru-guru dan siswa. Untuk menjamin pelaksanaan UNBK berjalan lancar, pihak sekolah harus menyewa 1 unit genset.

Meningat jumlah komputer yang terbatas, pihak sekolah membagi pelaksanaan ujian menjadi 2 kelas dan 3 sesi per hari, dimana setiap kelas diisi 45 siswa, dari total peserta ujian sebanyak 135 orang.

Senada dengan Kepala Sekolah SMAK St. Fransiskus Xaverius Boawae, Drs. Marselus Koro, Kepala Sekolah SMAK St. Clement Boawae mengaku hal yang sama kepada tim monitor UN Dinas Pendidikan Provinsi NTT. Tahun ini merupakan tahun kedua SMAK St. Clement melaksanakan UNBK. Ia mengaku tak mengalami kesulitan dengan perangkat komputer dan jaringan listrik karena sudah memiliki laboratorium komputer yang memadai dan 1 unit genset yang terinstalisir dengan baik. Sedangkan kendala yang dihadapi adalah ketidakstabilan sinyal internet.

“Selama kegiatan UNBK, yang masih kendala, untuk kami di Boawae ini, adalah jaringan internet. Kami belum memiliki jaringan internet sendiri. Sedangkan komputer dan listrik sudah bagus karena kami memiliki komputer dan generator sendiri,” tutur Marselus, Selasa (10/04/2018).

Peserta UN SMAK St. Clement tahun ini sebanyak 273 orang yang dibagi dalam 3 kelas, 3 sesi per hari. Tak ada peserta yang absen, sakit ataupun alpa dari kegiatan UN tersebut.

Sementara itu Kepala Sekolah SMAN 1 Mauponggo, Aloysius Angi, S.S, saat ditemui di ruang kerjanya, (Rabu, 11/04/2018), mengaku persiapan UNBK tahun ini telah dilakukan sejak bulan November 2017. Persiapan yang terlambat menyebabkan SMAN 1 Mauponggo tidak dapat mengikuti simulasi pertama pada bulan November 2017. Simulasi UNBK baru dapat diikuti pada tahapan simulasi kedua dan terakhir.

Kendala yang dihadapi SMAN 1 Mauponggo adalah komputer. Komputer yang dibutuhkan sebanyak 46 unit, sementara komputer yang tersedia hanya 34 unit. Untuk dapat melayani  136 peserta,  pihak sekolah harus meminjam laptop para guru. Pelaksanaan UNBK terbagi dalam 2 rung kelas untuk 3 sesi ujian.

Ditanya soal tanggapannya adanya pelaksaan UNBK, Aloysius mengaku UNBK berdampak positif seperti penghematan biaya, tenaga dan waktu meskipun biaya persiapan awalnya sangat besar.

“Dampak positif dari UNBK ini, yang pertama, penghematan biaya, pelaksanaannya, penghematan tenaga, waktu. Memang ada kesulitan lain lagi di biaya, di persiapan awalnya, kalau sudah masuk tahun kedua, ketiga hanya melakukan pembenahan-pembenahan saja,”ungkap Kepala Sekolah SMAN 1 Mauponggo kepada tim monitor dari Dinas Pendidikan Provinsi NTT. ***(gbm)

0
Tag:
author
Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "SMA dan SMK Se-Kabupaten Nagekeo 100 Persen Laksanakan UNBK"