Tahun Pelajaran 2018/2019 Sebanyak 30 SMA dan 42 SMK Negeri Siap Melaksanakan PPDB Online

Kota Kupang, DISDIK.NTTPROV.GO.ID – Kemajuan teknologi internet berdampak pada semua aspek kehidupan manusia. Karena itu pemerintah terus berupaya untuk meningkatkan tata kelola yang berorientasi pada good governance. Salah satunya penerapan teknologi informasi dalam bidang pendidikan seperti pendaftaran peserta didik baru.

Untuk dunia perguruan tinggi baik perguruan tinggi negeri maupun swasta, penerimaan siswa berbasis teknologi informasi (web based) telah lama dilaksanakan. Namun, untuk penerimaan siswa baru pada jenjang pendidikan dasar dan menengah baru berjalan dua tahun terakhir ini berdasarkan Permendikbud Nomor 17 Tahun 2017. Permendikbud ini mengatur perihal Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) pada Taman Kanak-kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas, Sekolah Menengah Kejuruan, atau bentuk lain yang Sederajat. Lebih lanjut Permendikbud tersebut pula mengatur sistem zonasi yang harus diterapkan sekolah dalam menerima calon peserta didik baru.

Adanya sistem zonasi, sekolah yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah wajib menerima calon peserta didik yang berdomisili pada radius zona terdekat dari sekolah paling sedikit sebesar 90 persen dari total jumlah peserta didik yang diterima. Domisili calon peserta didik tersebut berdasarkan alamat pada kartu keluarga yang diterbitkan paling lambat enam bulan sebelum pelaksanaan PPDB.

Radius zona terdekat ditetapkan oleh pemerintah daerah sesuai dengan kondisi di daerah tersebut. Kemudian sebesar 10 % dari total jumlah peserta didik dibagi menjadi dua kriteria, yaitu 5 %  untuk jalur prestasi, dan 5 % untuk peserta didik yang mengalami perpindahan domisili. Namun, sistem zonasi tersebut tidak berlaku bagi sekolah menengah kejuruan (SMK).

Dalam Permendikbud ini memang disebutkan bahwa seleksi PPDB pada kelas VII SMP dan kelas X SMA/SMK mempertimbangkan kriteria dengan urutan prioritas sesuai dengan daya tampung berdasarkan ketentuan rombongan belajar. Urutan prioritas itu meliputi jarak tempat tinggal ke sekolah sesuai dengan ketentuan zonasi; usia; nilai hasil ujian sekolah (untuk lulusan SD) dan Surat Hasil Ujian Nasional atau SHUN (bagi lulusan SMP); dan prestasi di bidang akademik dan non-akademik yang diakui sekolah sesuai dengan kewenangan daerah masing-masing.

Penerapan PPDB bertujuan untuk menjamin penerimaan peserta didik baru lebih objektif, akuntabel, transparan, dan tidak diskriminatif. Prinsip-prinsip ini dapat mendorong peningkatan akses layanan pendidikan. PPDB dapat dilakukan dengan dua acara. Pertama, pendaftaran melalui jejaring (daring/online), yaitu melalui laman (website) resmi PPDB daerah masing-masing. Kedua, pendaftaran melalui luring (luar jaringan/offline), yaitu dengan mendaftar langsung ke sekolah. Sekolah yang diselenggarakan oleh pemerintah wajib mengumumkan secara terbuka proses pelaksanaan dan informasi PPDB, antara lain terkait persyaratan, seleksi, daya tampung, dan hasil penerimaan peserta didik baru.

Meskipun Permendikbud Nomor 17 Tahun 2017 diterbitkan tahun lalu (kemudian diterbitkan lagi Permendikbud Nomor 14 Tahun 2018), Provinsi Nusa Tenggara Timur baru dapat menjalankan amanat Permendikbud pada tahun 2018. Persiapan awalnya, Dinas Provinsi telah melakukan beberapa kali pertemuan yang melibatkan semua stakeholders yang bergerak di bidang pendidikan seperti Dinas Pendidikan, Badan Akreditasi Nasional, MKKS Kota Kupang, Telkom , Ombusman, Organisasi Kepemudaan (PMKRI, GMNI, HMI dan GMKI), dan Badan Musyawarah Perguruan Swasta. Dari hasil pertemuan dan pembahasaan akhirnya menghasilkan Pergub NTT No. 15 Tahun 2018 tentang  Pedoman Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru pada Sekolah Menengah Atas, Sekolah Menengah Kejuruan, Dan Sekolah Luar Biasa yang kemudian diturunkan lagi Surat Keputusan Gubernur Nusa Tenggara Timur Nomor: 162 /Kep/Hk/2018 tentang Daya Tampung Peserta Didik Baru pada Sekolah Menengah Atas dan Sekolah Menengah Kejuruan Tahun Pelajaran 2018/2019, serta SK Gubernur No. 179/Kep/Hk/2018 tentang Perubahan Atas Lampiran Keputusan Gubernur Nusa Tenggara Timur Nomor : 162/Kep/Hk/2018 Tentang Daya Tampung Peserta Didik Baru Pada Sekolah Menengah Atas Dan Sekolah Menengah Kejuruan Tahun Pelajaran 2018/2019 dan Keputusan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Nusa Tenggara Timur No. 422/64/Pend/2018 tentang Petunjuk Teknis Penerimaan Peserta Didik Baru pada SMA, SMK dan SLB Tahun Pelajaran 2018/2019.

Alur PPBD Online SMA/SMK Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun Pelajaran 2018/2019 (Dok. Disdik NTT)

Untuk lingkup Provinsi Nusa Tenggara Timur, mekanisme dan prosedur penerimaan diatur dalam Pergub NTT No. 15 Tahun 2018. Mekanisme seleksi penerimaan peserta didik baru berdasarkan zonasi jenjang SMA dan Jalur Khusus jenjang SMA/SMK/SLB, memperhatikan daya tampung.  Persentase mekanisme seleksi berdasarkan zonasi ditetapkan sebesar 70% dan jalur khusus ditetapkan sebesar 30% dari daya tampung sekolah.  Seleksi Penerimaan berdasarkan zonasi didasarkan pada 1 (satu) kecamatan dengan sekolah yang dituju; Khusus Kota Kupang dan Ibukota Kabupaten, ditetapkan zonasi berdasarkan batas wilayah dengan ketentuan zonasi berdasarkan jarak udara antara sekolah dan tempat tinggal; zonasi terbagi dua, yakni zona 1 (satu) dengan jarak 3 km dan zona 2 (dua) dengan jarak 5 km.

Seleksi Penerimaan melalui mekanisme jalur khusus harus memenuhi syarat-syarat, yaitu siswa mengulang; Prestasi Akademik dan Non Akademik;  Anak Kandung Pendidik dan Tenaga Kependidikan di sekolah tersebut; Kemampuan ekonomi orang tua; Calon peserta didik afirmasi; dan  calon peserta didik yang berasal dari kabupaten/kota lain di dalam wilayah Daerah atau di luar Daerah.

Sedangkan prosedur penerimaan peserta didik baru dapat dilaksanakan secara langsung (offline) atau daring (online) dengan memperhatikan Kalender Pendidikan yang ditetapkan oleh Kepala Dinas. Pelaksanaan seleksi calon peserta didik baru yang dilaksanakan secara daring (online), apabila memerlukan fasilitas tertentu yang tidak dimiliki oleh Dinas Pendidikan dan/atau SMA, SMK, dan SLB, dapat bekerja sama dengan lembaga dan organisasi terkait lainnya sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pelaksanaan PPDB Online tahun ini, Pemerintah Provinsi NTT, SMA dan SMK penyelenggaran PPDB Online bekerja sama dengan PT. Telkom. Sedangkan sekolah yang akan melaksanakan prosedur penerimaan peserta didik baru ditetapkan oleh Kepala Dinas.

Berdasarkan rekapan data dari Dinas Pendidikan Provinsi Nusa Tenggara Timur, pada Tahun Pelajaran 2018/2019, terdapat 338 sekolah negeri yang akan melaksanakan Penerimaan Peserta Didik Baru, kuota rombongan belajar sebanyak 1628, dan daya tampung siswa baru sebanyak 58.608 orang. Sedangkan untuk jenjang SMK, 138 sekolah yang melaksanakan PPDB, kuota rombongan belajar yang tersedia sebanyak 755, dan daya tampung sebanyak 27.147 orang.

Mengingat keterbatasan sarana dan prasarana, PPDB Online belum bisa dilaksanakan secara maksimal, baru 12, 43 % sekolah (42 dari 338 sekolah) yang melaksanakan PPDB Online, sisanya 87,57 % (296 dari 338 sekolah) melaksanakan PPDB secara offline. Untuk jenjang SMK, dari 138 sekolah baru 21,94 %  sekolah (30 dari 138 sekolah) yang melaksanakaan PPBD online, sedangkan sekolah yang melaksanakan PPBD secara offline sebesar 78,26 % atau 108 sekolah.

Dengan gebrakan awal yang baik ini, pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur melalui Dinas Pendidikan mengharapkan partisipasi masyarakat untuk ikut serta mengawas pelaksanaan PPBD Online Tahun Pelajaran 2018/2019 agar berjalan sesuai dengan rambu-rambu regulasi yang ada. Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur akan terus berupaya dari tahun ke tahun semakin banyak sekolah baik SMA maupun SMK yang menerapkan PPDB Online.

0
author
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.