SMPK St. Theresia Raih Juara Harapan III Lomba Cerdas Cermat Museum SMP/MTs Tingkat Nasional

Jakarta, DISDIK.NTTPROV.GO.ID – Siapa bilang pelajar NTT tak dapat bersaing di level nasional?  Pertanyaan ini menggugah kita semua sekaligus menegaskan bahwa pelajar NTT memiliki kemampuan untuk bersaing dengan pelajar lain di bumi nusantara ini. Pertanyaan di atas dijawab oleh tiga orang pelajar SMPK St. Theresia Kupang yang berkompetisi pada Lomba Cerdas Cermat Museum SMP/MTs Tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI di Jakarta baru-baru ini (3 – 7 September 2018). Meskipun dengan segala keterbatasan, mereka mampu mengukir prestasi di tingkat nasional sebagai Juara Harapan III.

Gergorius Babo dari Tim Web Dinas Pendidikan Provinsi NTT berhasil mewancarai ibu Evaliana Bara, S.Pd,  guru pendamping ketiga remaja putri tersebut. Berikut petikan wawancaranya melalui messenger pada hari Rabu (05/09/2018).

Selamat siang ibu Eva (sapaan ibu Evaliana Bara, redaksi).

Siang, Pak.

Saya dari Tim Web Dinas Pendidikan Provinsi NTT. Ijinkan saya mewawancarai ibu Eva berkenaan dengan keikutsertaan SMPK St. Theresia Kota Kupang dalam Lomba Cerdas Cermat tingkat nasional.

 Dengan senang hati. Silahkan, Pak.

Apakah Anda bisa menceritakan sedikit tentang lomba tersebut?

Oh ya, ini merupakan Lomba Cerdas Cermat Museum (sejarah dan kebudayaan, red) SMP/MTs Tingkat Nasional. Lomba ini diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI secara rutin setiap tahun.

Bagaimana cerita awal mula pelajar SMPK St. Theresia dapat berpartisipasi pada lomba ini?

Perkenankan saya kembali ke belakang. Keterwakilan SMPK St. Theresia di Jakarta melalui lomba tingkat provinsi yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur. Nah, pelajar SMPK St. Theresia keluar sebagai juara I dan berhak untuk mewakili NTT di tingkat nasional.

Siapa saja pelajar yang mengikuti lomba tersebut?

Ketiga pelajar ini adalah Etheldreda Vieira, Theodora Bunga, dan Elysia Tjung. Mereka adalah siswa  kelas IX.

Bagaimana kisah perjalanan tim SMPK St. Theresia?

Perjalanan kami sejauh ini lumayan melelahkan tapi saya sadar bahwa perjuangan membutuhkan proses. Itu yang terjadi dan dialami oleh anak-anak kami. Sebelum keluar sebagai Juara Harapan III, mereka harus menghadapi perwakilan dari Provinsi Sumatera Selatan dan Sulawesi Selatan di babak penyisihan. Saya bangga karena mental anak-anak sangat bagus. Hal ini dilihat dari hasil babak penyisihan. Mereka mampu mengalahkan perwakilan kedua provinsi yang disebutkan sebelumnya. Setelah itu kami anak-anak harus berhadapan dengan tim DKI Jakarta dan Kalimantan Tengah. Tak mudah mereka menghadapi kedua tim ini apalagi tim ibukota dimana dunia pendidikan jauh lebih berkembang daripada pendidikan di NTT.

Bagaimana strategi yang diterapkan untuk memenangkan pertarungan demi pertarungan ini?

Anak-anak memilih untuk bermain aman. Sabar. Tidak terburuh-buruh untuk menjawab setiap pertanyaan yang diajukan

Bagaimana Anda mempersiapkan mereka untuk menghadapi lomba?

Hal yang dilakukan saya sederhana saja. Saya mendampingi mereka dengan membuat pertanyaan secara bertahap sesuai luasan materi karena materi ini merupakan materi hafalan.

Apa kesulitan sejak persiapan hingga perlombaan berlangsung?

Kesulitan yang paling pertama adalah finansial dan yang kedua adalah materi.

Pihak mana saja yang mendukung kalian?

Dukungan yang paling besar adalah dari orangtua dan yang kedua dari sekolah. Sebenarnya kami sangat membutuhkan dukungan dari pemerintah (Provinsi/Kota Kupang, red).

Apa sih yang menyebabkan kalian sebegitu yakin akan membawa pulang trofi ke NTT?

Yang membuat kami yakin adalah persiapan anak-anak. Tentu saja Tuhan Yesus yang selalu memberikan hikmat dan penyertaan kepada kami.

Apa pesan Anda bagi pelajar, sekolah dan pemerintah?

Pesan untuk pelajar jangan puas dgn apa yang mereka peroleh hari ini. Teruslah berjuang selagi masih ada waktu. Pakailah hidupmu selagi kamu masih kuat. Sang Juara adalah mereka yang tidak pernah takut gagal dan tidak mau menyerah.

Untuk orang tua, kami mengucapkan terimakasih dukungan finansial dan waktu pendampingan.

Sedangkan untuk sekolah dan pemerintah, jangan ragu-ragu untuk memberikan dukungan baik materi maupun finansial. Apapun bentuk dukungan dari sekolah dan pemerintah menjadi pemicu memotivasi pelajar untuk meraih prestasi yang lebih tinggi lagi.

Di luar konteks lomba nih, apa yang membuat pelajar SMPK St. Theresia unggul di Kota Kupang sejauh ini?

Model pendidikan serta pola pembinaan terhadap siswa itu yang menjadi kunci utama.

SMPK St. Theresia berhak memperoleh piala sebagai bentuk apresiasi atas pencapaian mereka. Semoga ketiga remaja putri ini menjadi sumber inspirasi pelajar yang lain di bumi Flobamorata ini. ***(gbm)

0
author
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.