Dinas Pendidikan Provinsi NTT Menerima Kunjungan Ketua Dekranasda NTT

Kota Kupang, DISDIK.NTTPROV.GO.ID – Semenjak setelah gubernur dan wakil gubernur NTT terpilih, Viktor Bungtilu Laiskodat dan Josef Nae Soi dilantik, ibu Julie Soetrisno Laiskodat dan ibu Maria Djogo Nae Soi langsung bekerja dalam kapasitasnya sebagai ketua Dekranasda dan PKK NTT. Kunjungan ibu Julie Laiskodat dan rombongan ke Dinas Pendidikan merupakan yang ke-empat dari sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Lingkup Pemerintah Provinsi NTT.

Kedatangan ibu Julie Laiskodat (Kamis, 13/09/2018) disambut pimpinan dan staf Dinas Pendidikan Provinsi NTT di lobby kantor. Ibu Julie didampingi ajudan dan beberapa anggota Dekranasda langsung dikalungi salendang. Ia dan rombongan diarahkan memasuki kantor dan disambut ASN yang menunggu kedatangannya. Kemudian rombongan bergerak menuju ruang rapat Kadis Pendidikan Provinsi NTT.

Kunjungan ibu Julie dan rombongan ke Dinas Pendidikan dalam rangka mengkoordinasi dan mengelaborasi program dan kegiatan Dinas Pendidikan dengan Dekranasda NTT. Pemilik Butik LeViCo ini mengapreasiasi sambutan Kepala Dinas Pendidikan dan jajarannya dalam nuansa balutan berbagai corak tenun NTT.

“Saya senang sekali karena kalau bukan kita yang mempromosi siapa lagi, “ujarnya seperti dilansir Kupang.Online, Kamis (13/09/2018).

Pertemuan dimulai dengan presentasi Kepala Dinas Pendidikan Provinsi NTT, Johanna E. Lisapaly, SH, M.Si. Ibu Johanna menyampaikan rasa terimakasih kepada ibu Julie dan rombongan karena berkenaan tatap muka dengan Pimpinan dan jajaran Dinas Pendidikan. Ia menyadari betul bahwa pendidikan vokasi kedepan tak dapat berjalan sendiri, akan tetapi harus melibatkan seluruh stakeholder termasuk dengan Dekranasda NTT.

Ibu Johanna menyadari soal sinergisitas program dan kegiatan Dinas Pendidikan dengan program dan kegiatan Dekranasda NTT tak dapat langsung dirubah. Karena sistem perencanaan program dan kegiatan tahun 2019 sudah masuk dalam KUA PPAS. Namun, menurutnya, peluang itu tetap ada karena pada waktunya akan disesuaikan pada anggaran perubahan.

Dalam pemaparan materi, ibu Johana mengemukan konsep pendidikan menengah (khusus SMK, red) yang menyiapkan lulusan untuk masuk pasar kerja. Berhubungan dengan dunia kerja, ia menegaskan bahwa siswa ditekankan pada konsep learning by doing artinya mereka tak semata-mata diajarkan tentang teori tetapi juga melakukan atau mempraktekan teori tersebut.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan memaparkan berbagai program kegiatan seperti FLS2N dan Gebyar SMK dan berbagai keberhasilan NTT sebagai tuan rumah event nasional seperti FLS2N. Keseluruhan kegiatan dinyatakan berhasil. Keberhasilan ini bukan semata-mata keberhasilan Dinas Pendidikan melainkan keberhasilan semua OPD yang dipercayakan dan terlibat untuk menyukseskan kegiatan tersebut.

Setelah presentasi Kepala Dinas Pendidikan, kegiatan dilanjutkan dan didaulat kepada ketua Dekranasda NTT, ibu Julie Laiskodat. Sebelum itu, ibu Julie memberikan kesempatan  ibu Maria Djogo Nae Soi untuk memperkenalkan diri. Dari perkenalan singkat ini memberikan gambaran  hubungan dan kedetangan keluarga Josef Nae Soi dengan pasangan Viktor-Julie Laiskodat hingga memutuskan mengabdi di NTT.

Setelah perkenalan singkat ibu Maria Djogo Nae Soi, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh ibu Julie Laiskodat (akan diturunkan pada tulisan berikutnya, red). Selain itu, kesempatan diberikan juga untuk Kepala Sekolah SMKN 4 Kota Kupang untuk menampilkan profil sekolahnya.

Kegiatan diakhiri dengan penyampaian gagasan, usulan, dan saran dari peserta yang hadir, diantaranya dari anggota Dekranasda NTT dan Kabid PKLK Dinas Pendidikan NTT. Kegiatan ditutup dengan foto bersama peserta dengan ibu Julie Laiskodat dan ibu Maria Djogo Nae Soi. ***

0
author
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.