183 Pejabat Administrator (Eselon III) dan Pengawas Mengikuti Uji Kompetensi Berbasis CAT Hari Pertama

Kota Kupang, DISDIK.NTTPROV.GO.ID  Uji Kompetensi PNS bukan sekedar wacana lagi. Amanat Undang-Undang ASN No. 5 Tahun 2014 mengamanatkan manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN) yang harus berbasis Merit Sistem. Hari ini, Jumat (04/01/2019), Uji Kompetensi Berbasis CAT digelar  Gedung Perpustakaan Politeknik Kupang.

Peserta tes hari pertama  ini terdiri-dari para pejabat Administrator (Eselon III) sebanyak 183 orang yang terbagi ke dalam dua sesi test. Sesi pertama berjumlah 92 orang mengikuti test pada pagi hari ( 08.00 – 12.00 WITA) dan sesi kedua di sore hari ( 13.00 – 17.00 WITA).

Sekretaris BKD Provinsi NTT, Mulu Basilus, SE, CES, dalam arahannya, menegaskan tes CAT tidak semata-mata untuk  rekruitmen CPNS saja pula digunakan untuk pengembangan karier PNS.  Hasil tersebut diharapkan  dapat digunakan dalam mutasi atau roling jabatan. Selain itu, hasil tes tersebut menjadi bahan evaluasi kepegawaian terkait dengan pelaksanan reformasi birokrasi. Menurut Basilius, keunggulan sistem CAT adalah transparan, obyektif, akuntabel, dan bebas KKN. Tes dijamin transparan karena hasilnya dapat dilihat langsung peserta.  Hasil tes  merupakan hasil yang  obyektif karena merupakan hasil kerja peserta sendiri. Pada akhirnya, hasil akhir dari tes ini dapat dipertanggungjawabkan kepada peserta maupun kepada publik. Tiga hal di atas mutlak memenuhi syarat pelaksanaan tes yang bebas dari nuansa KKN.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Karier Pegawai, Flafianus Dua, S.Fil, dalam arahan teknisnya menyatakan tes CAT bukan hal baru. Bedanya, peserta kali ini mengikuti tes dengan bantuan komputer. Jadi, menurutnya, hal yang penting adalah peserta harus memiliki kecakapan untuk mengoperasi komputer seperti mengklik dan mengetik.

Secara non teknis, kemampuan penggunaan perangkat komputer berdampak pada hasil tes peserta tes sendiri. Tes CAT ini merupakan hasil kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan Pemerintah Provinsi NTT. Dalam pelaksanaannya,  tes ini difasilitasi assesor baik asesor dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat maupun asesor dari Pemerintah Provinsi NTT.

Uji Kompetensi akan berlangsung selama 6 hari. Hari kedua Sabtu (5/1) akan dilakukan uji kompetensi bagi 170 orang pejabat pengawas, pada hari ketiga Senin (7/1) uji kompetensi akan dilakukan bagi 168 orang pejabat pengawas. Pada hari keempat Selasa (8/1) uji kompetensi akan dilakukan bagi 169 pejabat pengawas dan hari kelima Rabu (9/1) dilakukan untuk 170 pejabat pengawas. Pada hari terakhir Kamis (10/1) peserta yang akan uji kompetensinya menggunakan sistem CAT  adalah 92 orang pejabat administrator dan 85 orang pejabat pengawas.

Dari pantauan di lokasi tes, pelaksanaan tes berjalan normal. Semua perangkat pendukung seperti komputer dan jaringan internet berjalan  normal. Kendala teknis  justru datang dari beberapa peserta yang  memiliki kemampuan   mengoperasikan komputer yang terbatas (computer skills), selebihnya  kendala kesehatan seperti  kemampuan penglihatan  sehingga cukup sulit membacara huruf-huruf yang tampak pada layar komputer. Namun, kendala-kendala tersebut teratasi karena para petugas  selalu sigap  untuk membantu peserta yang memiliki kendala tersebut secara proporsional. ***

0
author
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.