Sharing Makna Lomba Pemilihan Tenaga Kependidikan Berprestasi Tingkat Nasional Tahun 2018

Oleh: Drs. Mikael D. Maran, M.Pd*)

Pemilihan Tenaga Kependidikan Berprestasi Tingkat Nasional Tahun 2018 dengan tema Berkarya untuk Kemajuan Pendidikan dan Kebudayaan digelar di Hotel Millenium Jakarta Pusat sejak tanggal 11 sampai dengan 18 Agustus 2018. Sebanyak 368 tenaga kependidikan dari 34 Provinsi di seluruh Indonesia, terdiri dari kategori Pengawas Sekolah, Kepala Sekolah, Tenaga Administrasi, Tenaga Laboran dan Tenaga Perpustakaan. Kompetisi bagi para tenaga kependidikan ini adalah untuk meraih gelar juara 1, 2 dan juara 3 untuk masing-masing 16 mata lomba.

Kriteria Penilaian yang dilakukan tim penilai pada ajang lomba tahun ini mengalami perbedaan yang signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Model kompetisi tahun 2018 ini sangat spektakuler karena sudah disesuaikan demgan kondisi dan tuntutan kekinian secara internasional dengan menitikberatkan pada kemampuan abad 21. Penekanan itu dapat terlihat dalam seluruh aktivitas atau kegiatan di setiap sesi dengan durasi waktu dan akurasi keterlaksanaan sebagaimana yang telah dirancang tanpa toleransi dalam hal alokasi waktu bagi tiap peserta untuk mampu menyelesaikannya secara efektif dan efisien.

Karena itu para peserta dituntut mampu menampilkan kompetensi kepribadian dan sosial terbaik mereka disamping kompetensi teknis serta hasil karya terbaik lainnya yang sebelumnya telah dikirimkan ke panitia pemilihan nasional secara daring. Kompetensi Keprisos ini terwakili pada setiap aktivitas semisal pada sesi self introduction dan awarding others, kompetensi teknis pada aktivitas presentasi best practice dan master class serta table topic. Harapannya antara lain agar seluruh praktek baik yang telah diperankan dan yang ditampilkan pada ajang ini dapat pula diterapkan di tempat lain oleh para tenaga kependidikan lainnya sehingga bisa maju bersama dan hebat semua.

Aktivitas hari pertama setelah registrasi pesserta/check in dilanjutkan dengan orientasi program dan lingkungan serta pengarahan teknis pelaksanaan. Acara pembukaan di pagi hari kedua; para peserta memang harus ekstra fokus karena  dari 7 aktivitas pemilihan yang memiliki kriteria yang ketat harus dilalui secara baik dan harus dalam keadaan sehat jasmani rohani. Sebagai contoh, salah satu sesi yang benar-benar menyedot energi dan perhatian antara lain terlihat dari arah dan tujuan aktivitas sebagaimana uraian di bawah ini yang saya sebut sebagai makna yang harus saya bagikan untuk seluruh tenaga kependidikan di provinsi tercinta Nusa Tenggara Timur.

Saya mempunyai cukup alasan untuk melakukan sharing semua hal ini karena saya mencintai dan membanggakan profesi ini. Sambil mengikuti sayapun mencatat sejak hari pertama kegiatan dan dari perenungan serta interpretasi pribadi sebagai seorang Pengawas SMA Berprestasi NTT tahun 2018. Kecintaan saya terhadap profesi ini juga saya maksudkan agar  apa yang telah saya peroleh dan nikmati dari daerah dan negara sebagai finalis tingkat nasional harus dapat saya abdikan bagi GTK NTT dengan memberi dan membawa energi baru yang lebih positif.

Hasil pemilihan pengawas SMA berprestasi dan berdidikasi di tingkat nasional tersebut bagi saya pribadi dapat saya sebut sebagai belum beruntung karena menuju medan laga tanpa modal cukup memadai dalam hal pembaruan dan kekinian. Hal ini pula yang membuat saya harus lebih jujur lagi mengakui bahwa saya adalah salah satu tenaga kependidikan NTT yang sungguh masih sangat jauh panggang dari api. Kendati saya telah melakonkan dengan begitu baik, mulus dari awal hingga akhir kegiatan. Saya melakukan seluruh performansi saya dalam bahasa Inggris dengan pronunciation dan intonasi yang sangat diacungkan jempol oleh tim juri dan para peserta kategori pengawas SMA. Satu-satunya dalam kategori tersebut yang dapat menyelesaikan semuanya dalam bahasa Inggris secara purnah.

Anda bisa bayangkan bahwa di beberapa provinsi lain, pihak Dinas pendidikan melalui kerjasama dengan Direktorat GTK maupun melalui relasi yang dibangun secara berkelanjutan dengan para fasilitator tingkat nasional, mempersiapkan para pesertanya begitu adekuat. Mereka juga meramu amunisi terbaik untuk menghadapi ajang bergengsi. Sementara saya pribadi tidak mengalami hal serupa. Hanya mengandalkan kemampuan bawaan dan sedikit pengembangan selama menjadi seorang guru 15 tahun dan  pengawas sekolah selama 8 tahun rupanya tidak cukup kuat bagi saya untuk mengklaim diri sebagai sang juara pada perlombaan di atas di tingkat nasional. Sehingga artikel ini bukanlah sebuah curhatan biasa, namun catatan pemaknaan yang datang dari kejujuran dan pengakuan atas apa yang bisa kita petik dari para peserta lain dari 34 provinsi di Indonesia serta sistem dan mekanisme pemilihan yang diterapkan oleh panitia di tingkat nasional.

Penampilan, kompetensi dan praktek baik atau best practices yang disajikan sepanjang event pemilihan dari para peserta khususnya pengawas SMA dari provinsi Aceh hingga Papua, dari Kalimantan Utara hingga NTT inilah yang membuat saya sangat aktif di setiap sesi disamping melakukan semua performa secara maksimal sambil terus dan tidak pernah tidak menuliskan apa yang datang ke interprestasi saya dari setiap aktivitas itu.

Self Introduction – Activity 1a.

Dalam 1 menit secara meyakinkan setiap peserta memperkenalkan diri pribadi, tugas, jabatan dan menyampaikan peran dalam keluarga, di sekolah dan dalam masyarakat yang berkorelasi dengan perannya sebagai seorang tenaga kependidikan. Dengan demikian eksistensi dan praktek baik dalam kehidupan baik itu di dalam keluarga, di tempat kerja atau di sekolah serta dalam kehidupan sosial masyarakat dapat dipahami oleh para penilai dan juga oleh para peserta lain pada kategori tersebut. Peserta dapat memilih menggunakan bahasa Indonesia dan dapat pula menggunakan bahasa Inggris.

Ada dua nilai penting yang saya catat sebagai makna kegiatan di sesi ini adalah  bahwa :

  • Kemampuan abad 21 yakni berpikir kritis, serta komunikasi yang efisien dan efektif untuk menyajikan sekian peran dalam waktu 1 menit itu amatlah berharga dan dituntut bagi setiap peserta.
  • Manajemen waktu harus semakin jadi kebiasaan kita. Mengatakan tentang peran dan jika itu berbentuk produk sebuah praktek baik maka bukti fisik yang ada harus bisa dibawa, ditunjukan atau setidaknya tidak perlu bercerita banyak namun cukup menunjukan produk hasil karya tersebut lalu mengatakan dengan singkat dan lebih mewakili maksud (wordless).

Awarding Others (Menghargai sesama – Penilaian Kompetensi Keprisos), Activity 1b.   

Aktivitas ini juga dilakukan selama semenit. Masing-masing peserta menuliskan sebuah ungkapan atau motto singkat dalam kaitan dengan bagaimana memajukan pendidikan atau satuan pendidikan ke depan. Setelah itu diperlihatkan ke peserta bernomor urut sesudah kita dan peserta itu wajib memberikan komentar sebagaimana interpretasinya terhadap ungkapan atau motto yang kita tulis tadi.  Bergilir dan berturut-turut dengan cara dan durasi waktu yang sama untuk setiap peserta secara berpasang-pasangan.

Tiga makna yang perlu saya sharekan adalah bahwa :

  • Sopan santun sambil mengedepankan kata-kata afirmasi positif sangat diperlukan. Kita harus bisa mengakui, menghargai pemikiran atau pendapat peserta lain yang telah menuliskan ungkapan tadi dengan berkata atau memberikan komentar secara bermakna.
  • Pemikiran positif dengan afirmasi dikatakan itu mesti dimaknai dan diwujudnyatakan demi sebuah kemajuan bersama khususnya dalam bidang pendidikan dan pembelajaran dari sekian banyak dimensi sebagaimana tertuang dalam ungkapan atau motto tadi.
  • Kurang bijaksana jika memberi sebuah pernyataan atau suruhan yang membebani orang lain. Pengalaman saya saat itu adalah bahwa teman peserta bernomor urut sesudah saya pada sesi sebelumnya menggunakan bahasa Inggris sehingga saya berani menuliskan motto saya dalam bahasa Inggris. Ternyata ini dari sisi penilaian bisa saja dinilai kurang toleran. Kurang menimbang kemampuan orang lain ketika akan memberi penugasan, tidak membantu, kurang menghargai, dan atau sejenisnya. Karena itu kita harus mampu memastikannya dalam suruhan atau instruksi ketika melibatkan pihak lain dalam sebuah kasus. Mestinya saya tuliskan ungkapan tadi beserta terjemahan singkat dalam bahasa Indonesia. Hal demikian tidak saya lakukan. Akibatnya, teman peserta tadi sangat tersendat ketika harus menerjemahkan dan memberikan argumen afirmasinya. Sesudah kegiatan pada sesi tersebut, saya harus meminta maaf kepada yang bersangkutan karena beban itu masih terlihat di pandangan teman peserta tadi.

Presentasi Best Practice ( Presentasi Praktek Baik – Penilian Kompetensi Teknis ) Activity 2.

Sajian Best Practice berbentuk presentasi power point (ppt) 1 slide saja atau dapat menggunakan media standing atau X-banner. 1 slide ppt dan/atau X-banner tersebut bukanlah yang memuat narasi melainkan gambar atau objek atau grafik dengan penjelasan singkat saja tetapi menjawab apa yang menjadi masalah. Solusi berupa praktek baik yang telah dilakukan berdasarkan konsep ilmu dan yang terkait aplikasi nyata lainnya dan yang telah memberi solusi serta seperti apakah hasil praktek baik tersebut telah dilakukan. Presentasi peserta dialokasikan berlangsung 2 menit. Pertanyaan oleh para tim juri termasuk kesempatan menjawab atau klarifikasi 2 menit. Sehingga total waktu untuk aktivitas ini secara keseluruhan adalah 4 menit.

Aktivitas ini membutuhkan kemampuan ekstra para peserta dalam menampilkan karya terbaiknya dengan pemikiran kritis, dan inovasi kekinian. Kolaborasi yang telah diperankan dalam mengatasi masalah pendidikan dan pembelajarann serta penguatan pendidikan karakter (PPK), Literasi dan seluruh praktek baik tersebut harus dapat dikomunikasikan secara lebih efektif dan efisien dalam durasi waktu 4 menit yang tersedia secara meyakinkan. Hal ini dapat memperlihatkan apakah betul praktek baik tersebut terlahir dari gagasan, konsep atau pemikiran kritis sang tenaga kependidikan tersebut atau bukan. Apakah betul telah dieksekusi secara inovatif dan berhasilguna bagi guru, kepala sekolah atau satuan pendidikan bahkan peserta didik.

Best practice tersebut juga dimaksudkan berupa pengembangan sekolah, manajemen sumber daya, penataan administrasi sekolah, pelayanan perpustakaan, laboratorium dan perbaikan perwajahan sekolah, disiplin serta manajemen peran serta masyarakat atau stakeholder lain yang memberikan nilai lebih dan mutu akademik serta penguatan karakter dan budaya sekolah yang berkemajuan dan bernilai kebaruan.

Lima nilai penting yang mesti diperhatikan adalah bahwa :

  • Praktek baik dalam mendukung dan atau mendorong guru, kepala sekolah dan tendik lainnya maupun siswa dalam kenyataan harus dilakukan dari hari ke hari demi menjamin mutu internal sekolah dan berkualitas tinggi. Melibatkan seluruh warga sekolah dan berdampak luas terhadap komunitas atau satuan pendidikan tersebut dan berpengaruh posotif fertikal horisontal.
  • Best practice yang ada harus menyentuh esensi kebutuhan siswa, guru, kepala sekolah atau tendik lainnya serta harus bernuansa kekinian dan merupakan gagasan atau pemikiran sendiri yang lebih aplikatif. Tidak sekedar tindakan yang monoton dan umum atau biasa-biasa saja.
  • Merupakan karya terbaik dua tahun terakhir dan yang otentik.
  • Bukti fisik pelaksanaannya harus juga diarsipkan dengan baik.
  • Tersaji dengan power point atau poster yang memenuhi standar kekinian serta wordless.

Master Class ( Mengukur Kompetensi Sosial dan Kepribadian plus IT ) Activity 3.

Aktivitas ini berbentuk penugasan dalam kelompok dan masing-masing kelompok diberikan tema terkait bagaimana konsep program pengembangan sekolah untuk didiskusikan. Setiap kelompok diberikan waktu 80 menit untuk menyelesaikan semua tugas itu dengan berbagi peran dan salah satu peran akan menyelesaikan peliputan serta mengemasnya dalam bentuk video berdurasi 1 menit untuk substansi materi yang telah dikerjakan kelompok tersebut. Setelah selesai masing-masing kelompok memasukan hasil kerja dalam wa group kelas untuk ditayangkan dan semua peserta bisa nonton bareng atau menyimak bersama. Penilai mempunyai penilaian tersendiri terhadap penguasaan IT oleh kelompok, substansi dan kesesuaian isi video, durasi dan hal teknis lainnya sesuai petunjuk yang telah diberikan serta ketepatan waktu penyelesaiannya dan teknis audio visualisasinya.

Empat makna yang tercatat ketika mengikuti sesi ini adalah bahwa :

  • Kerjasama/team work, berbagi peran, koordinasi dan saling percaya serta terbuka satu sama lain. Ketika merasa mampu atau tidak mampu melakukan suatu tugas harus segera diakui dari awal sehingga bisa berbagi di awal sesi karena penilaian adalah terhadap kelompok.
  • Penguasaan IT antara lain dengan menggunakan HP Android sudah menjadi keharusan. Termasuk di dalamnya adalah video composing dan editing.
  • Artistik dalam penyajian video dan relevan serta terkoneksi dengan substansi aktivitas dan suruhan/petunjuk.
  • Setiap peserta harus profesional, jujur dan bekerja keras serta yang terbaik. Bukan kerja setengah atau asal-asalan.

 Spontaneous Speech ( Berpidato Spontan – Mengukur Kompetensi Sosial dan Kepribadian plus Nationality) Activity 4.

Kompetensi Kepribadian sosial para tenaga kependidikan kembali diuji melalui penyampaian secara lisan dalam satu menit untuk satu topik dari satu tema antara lain tentang Pancasila, persatuan dan kesatuan, kebhinekaan, dll. Setiap peserta dituntut untuk mampu membawakannya secara spontan seakan memberikan sebuah renungan atau pidato motivasi bagi peserta lain dalam kelompok tersebut. Tema atau topik tersebut dengan harus dibawakan dengan gaya dan cara yang inspiratif, membangkitkan semangat bahkan jika perlu dapat membuat para peserta masuk dalam perenungan yang mendalam. Si pembicara harus membawakan pidato tersebut lebih bermakna serta membujuk jiwa dan raga terlibat meresapi makna pidato singkat yang dikemas secara khusus tersebut. Sambil mengibarkan bendera merah putih yang digenggam di tangan, didekapkan ke dada tanda mencintai dan bejiwa NKRI. Sebuah kemampuan yang harus dikuasai dan dipraktekan tanpa ragu.

Makna yang perlu saya sharekan adalah :

  • Penguasaan publick speaking dan mampu membuat renungan motivatif.
  • Efektifkan cara berkomunikasi dengan intonasi serta mimik dan gesture yang sesuai dengan tema pembicaraan.
  • Menguasai 5 nilai dasar dalam PPK serta Falsafah dan Dasar NKRI.
  • Berjiwa motivator, pembaharu, luwes dan semacamnya.

Table Topic ( Kompetensi Sosial dan Kepribadian plus IT ) Activity 5.

Tidak semua peserta dapat mengikuti atau terpilih mengikuti sesi ini. Hanya sebanyak 80 orang yamg adalah the best five dari 16 kategori lomba. Di samping penilaian on the spot saat kompetisi, para juri lomba telah memilih dari best practices para peserta yang sudah dikirim secara daring ke panitia tingkat nasional sebulan sebelum ajang lomba tersebut. Dan untuk penilaian on the spot terhadap seluruh karya itu hanya bersifat afirmasi. Sehingga pada saat akan memasuki aktivitas ini, panitia sudah mempunyai catatan terhadap nominasi the best five yang akan dipanggil ke panggung untuk menjawab pertanyaan sebagaimana yang telah disiapkan. Setelah semua kategori diumumkan, para nominasi terbaik tersebut menuju ke tempat duduk yang telah disipakan.

Selanjutnya akan dipanggil lagi untuk mengambil undi dan pertanyaan, lalu naik ke panggung, ke kursi panas untuk menjawab pertanyaan dengan menjelaskan atau menanggapi pertanyaan atau pernyataan yang dibacakan oleh panitia. Di depan ruang rapat tersebut para juri dari berbagai kategori sudah siap dengan pengamatan dan penilaiannya untuk kemudian menentukan peserta mana dari 5 tersebut yang akan menjadi 3 terbaik untuk menerima penghargaan pada malam penganugerahan nanti.Tentu mereka adalah yang mempunyai kelebihan di berbagai dimensi praktek baik termasuk dalam menanggapi atau menjawab pertanyaan yang diajukan oleh panelis pada sesi ini.

Makna penting aktivitas sesi ini  adalah :

  • Keberanian dan kemampuan berbicara di depan publik harus selalu diasah.
  • Kemampuan lintas dimensi dan bidang pendidikan bukan milik mutlak para tenaga kependidikan di bidangnya saja. Justru divisi atau bagian lain dalam satu satdik seperti kepala sekolah, guru, laboran, pustakawan satau tenaga administrasi harus mampu memahami permasalahan dan harus mempunyai pandangan atau gagasan dan solusi terhadap setiap permasalahan atau fenomena yang muncul. Terutama solusi-solusi yang telah pernah diperankan dalam tugas sehari-hari di satdik atau unit kerja tersebut.
  • Memampuan memahami masalah dan problem solving serta berijiwa antisipatif dan memiliki kreatifitas yang tinggi juga menjadi bagian penting yang harus ditunjukan selama sesi tersebut.

Edutainment, tukar menukar souvenir, talent show. Activity 6.

Aktivitas di sesi ini sudah bersifat menghibur. Para peserta sudah bisa leluasa berekspresi untuk menghibur sesama peserta dengan menyajikan pertunjukan bersifat budaya dan sendratasik. Seni drama, tari dan musik yang menggambarkan kekayaan budaya dari 34 provinsi seluruh Indonesia. Penilaian tetap dilakukan oleh para tim juri dan panitia untuk penampilan yang terbaik padaaspek kekompakan, busana daerah serta substansi sajian dan artistik.

Makna yang perlu saya sharekan adalah bahwa :

  • Cukup banyak provinsi lain yang oleh karena pesertanya hampir lengkap pada 16 kategori lomba tersebut maka mereka kelihatan lebih full,berenergi dan lebih kompak dalam persiapan dan pementasannya.
  • Busana khas daerah disiapkan dengan baik dan benar-benar menampilkan keasliannya.
  • Ada cukup banyak provinsi yang mendatangkan tata rias bagi para tenaga kependidikan yang akan melakukan pemantasan itu dan membawa alat musik tradisional dari daerahnya.
  • NTT perlu koordinasi dan persiapan lebih serius dan memastikan salah satu kostum tradisional kabupaten tertentu untuk bisa dipakai pada saat pementasan atau jika harus dari masing-masing kabupetenpun bisa menjadi pilihan asal lengkap pada masing-masing peserta tersebut. Perlu disiapkan dan dicek sejak yang bersangkutan diumumkan sebagai sang juara di tingkat provinsi.
  • Sounevir sederhana tetapi berkesan perlu juga disiapkan oleh masing-masing pesertauntuk kemudian dapat ditukar dengan sovenir dengan sesama peserta dari provinsi lain pada kategori lomba tersebut.
  • Sesi ini menawarkan kegiatan persaudaraan dan persahabatan dalam nuansa seni dan kebahagiaan setelah semua sesi yang menegangkan terlewati. Sehingga semua peserta perlu menikmatinya.

Workshop, Motivation Session dan Sharing Best Practices. Activity 7.

Menjelang hari-hari penghujung ajang pemilihan Tenaga Kependidikan Berprestasi, ada acara workshop yang diselenggarakan dengan menghadirkan pembicara terkemuka yang pada tahun 2018 ini menghadirkan beberapa profesor dari universitas di Australia dan Indonesia untuk membawakan materi tentang Learning and Education Leaderhip. Bahkan sesi ini ada yang lengkap diprsentasikan dalam bahasa Inggris termasuk tanya jawab.

Selain workshop ada sesi yang bersifat motivasi dari orang-orang sukses yang dapat menginspirasi para peserta lomba untuk bisa memiliki motivasi yang semakin dan jauh lebih tinggi dalam tugas dan pengabdian ke depan.

Di samping itu ada sharing best practices dari para sang juara tahun sebelumnya sehingga dapat menambah khasanah best practices peserta yang barusan selesa berlomba. Para peserta dapat merevisi best practices-nya agar lebih menarik, kaya dan lebih artistik secara teknis.

Hal positif yang bisa dipetik dari aktivitas di sesi ini sangatlah banyak. Intinya adalah bahwa seluruh tenaga kependidikan berprestasi di sesi-sesi ini harus concern terhadap hal-hal yang bersentuhan dengan kemajuan dunia pendidikan, pembelajaran yang berorientasi abad 21, PPK dan Literasi  serta ilmu pengetahuan dan teknologi secara holistik integratif.  Nilai-nilai inilah yang menjadi hadiah terbesar dan lebih indah untuk kemudian di tempat pengabdian dan unit kerja masing-masing daerah perlu didedikasikan dalam bentuk nyata demi pengembangan pendidikan dan pembelajaran demi kesejahteraan peserta didik kita seNTT, seNKRI.

*)   Drs. Mikael Dowen Maran, M.Pd adalah Juara 1 Pengawas SMA Berprestasi Tahun 2018- Tingkat UPT Wil.IX Kab Sikka dan Flores Timur, Juara I Pengawas SMA Berprestasi Tahun 2018 Tingkat Provinsi NTT Finalis Pengawas SMA Berprestasi Tingkat Nasional Tahun 2018.

0
author
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.