Meriah! Gebyar SMK 2019

207 views

Kota Kupang, DISDIK.NTTPROV.GO.ID – Acara pembukaan gebyar SMK di alun-alun I.H. Doko, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur, Selasa 7 Mei 2019 berlangsung meriah. Gebyar SMK tahun ini diikuti oleh 26 SMK se-Privinsi NTT. Acara pembukaan yang dipandu oleh Zet Adoe dan Monika Sinlae, diawali dengan paduan suara dari SMA Negeri 5 Kota Kupang yang membawakan dua buah lagu yakni : Bangun Pemudi Pemuda dan Aelo Ina.

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur, Aloysius Min, selaku ketua panitia dalam laporannya mengatakan bawa SMK sebagai lembaga pendidikan formal perlu mengimplementasikan kemampuan dan bakatnya melalui hasil karya barang dan jasa yang berkualitas sesuai dengan era revolusi industri 4.0 (four point zero). Lebih lanjut ditandaskan: “Kegiatan ini merupakan kesempatan bagi SMK untuk terus meningkatkan kualitas proses pembelajaran untuk meningkatkan kompetensi siswa agar dapat bersaing di pasar kerja, serta mampu berwirausaha di kemudian hari”.
Gebyar SMK tahun ini mengusung tema : “Menumbuhkan kreativitas siswa menyongsong industri 4.0 (four point zero)”. Kegiatan yang berlangsung selama lima hari ini bertujuan untuk : 1) memotivasi SMK baik negeri maupun sawasta untuk dapat menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan yang berkualitas serta berorientasi pada produk (barang dan jasa) yang berkualitas dan kompetitif; 2) mempromosikan potensi SMK kepada masyarakat; dan 3) menjaring dunia usaha/industri untuk dapat berpartisipasi aktif dalam penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada SMK.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur, Benyamin Lola, mewakili Gubernur Nusa Tenggara Timur, dalam pidato pembukaan mengatakan bahwa pendidikan yang ingin ditumbuhkembangkan pada peserta didik adalah pendidikan yang bersifat interpersonal dan intrapersonal. Sesuai dengan visi Pemerintah Nusa Tenggara Timur “NTT Bangkit Mewujudkan Masyarakat Sejahtera dalam Bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia”, dan salah satu misi “Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia”, maka untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Nusa Tenggara Timur, sektor pendidikan memegang peranan penting. SMK diharapkan mampu menghasilkan siswa yang berkualitas dan berdaya saing tinggi sesuai kebutuhan pasar kerja. Pengelolaan pendidikan memerlukan upaya strategis dan sistematis agar peserta didik memiliki kemampuan dan kecakapan hidup (soft skill). Gebyar SMK tahun ini diharapkan mampu mendorong siswa untuk menjadi anak NTT yang bukan sekadar bertahan hidup, tetapi mampu hidup layak dan berkualitas. Kemajuan pemanfaatan IT (Information and Technology ) sebagai ciri utama dari Revolusi Industri 4.0, menuntut siswa SMK harus terus berinovasi menjadi pelaku aktif yang mendapat manfaat atas kemajuan besar itu. Untuk menjawab tuntutan yang dimaksudkan di atas, pendidikan vokasi (keahlian khusus) menjadi satu keharusan agar tamatan SMK langsung terserap ke dunia usaha dan dunia industri. Pendidikan vokasi juga dapat membantu tamatan SMK bersaing menghadapi kompetensi global, terutama di era MEA (Masyarakat Eakonomi Asean) saat ini.

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, tidak sempat hadir untuk membuka kegiatan, karena dalam waktu yang bersamaan, Beliau mengikuti sidang pleno di Komisi Pemilihan Umum Provinsi NTT, namun kurang lebih satu jam setelah acara pembukaan, Beliau menyempatkan diri hadir untuk meninjau langsung arena pameran. Gubernur dan rombongan tiba di lokasi pameran sekitar pukul 10.30 WITa, disambut dengan sapaan adat Natoni oleh siswa SMKN 2 Timor Tengah Selatan, kalungan selendang oleh siswa SMK Evata Kupang, dan Drum Band SMAN 5 Kota Kupang. Sebelum meninjau lokasi pameran, Beliau menyaksikan aneka hiburan, yakni Mercing Band dari Sekolah Usaha Perikanan Menengah (SUPM) Kupang, tarian dari SMAN 3 Kota Kupang, dan tari Caci dari SMK Tiara Nusa Manggarai Timur. Gubernur dan robongan di dampingi Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT mengunjungi seluruh stand pameran aneka hasil karya siswa SMK dan menyempatkan diri berdialog dengan para siswa penjaga stand. Rombongan meninggalkan arena pameran sekitar pukul 13.00. (nol)

0
author
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.