88 Kepala Sekolah Hasil Seleksi Dilantik

343 views

Kota Kupang, DISDIK.NTTPROV.GO.ID – Untuk pertama kalinya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur memiliki kepala sekolah berdasarkan hasil seleksi. Seleksi bertujuan untuk menyaring Kepala Sekolah yang memenuhi seluruh kompetensi sebagai seorang kepala. Seleksi yang dilaksanakan pada awal tahun 2019 meliputi Kompetensi Akademik, Kompetensi Managerial. Kompetensi Kewirausahaan, Kompetensi Sosial dan Kompetensi Personal. Peserta yang dinyatakan lulus dalam seleksi ini diprioritaskan untuk mengisi jabatan Kepala Sekolah yang lowong di lingkup Pemerintah Provinsi NTT. Sebagai informasi, sampai dengan akhir April 2019 terdapat 88 sekolah di lingkup Pemerintah Provinsi NTT belum memiliki kepala sekolah definitif, tugas keseharian di sekolah dilaksanakan oleh seorang pelaksana tugas.

Wakil Gubernur (Wagub) Nusa Tenggara Timur, Josef Nae Soi, atas nama Gubernur Nusa Tenggara Timur, Selasa  7/5/2019, melantik Kepala SMA, SMK, dan SLB di aula Fernandez Kantor Gubernur NTT. Berdasarkan data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, sebanyak 88 Kepala Sekolah hasil seleksi yang dilantik. Mereka adalah  peserta yang lulus seleksi Kepala Sekolah jenjang SMA/SMK/SLB tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur tahun 2019. Seleksi dilakukan oleh Panitia Seleksi Calon Kepala Sekolah yang dituangkan dalam Berita Acara Team Penilai Kinerja Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur Nomor : BPJK/02/IV/2019 Tanggal 12 April 2019. Pelantikan ini berdasarkan Keputusan Gubernur Nusa Tenggara Timur Nomor : BKD.013.1/I/130.a/PK-JS/IV/2019 Tanggal 12 April 2019 Tentang Pengangkatan Kepala Sekolah Menengah Atas, Sekolah Menengah Kejuruan dan Sekolah Luar Biasa pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat dalam arahannya yang dibacakan oleh Wagub, mengatakan bahwa, para Kepala Sekolah yang dilantik adalah guru-guru terbaik karena terpilih melalui mekanisme seleksi Calon Kepala Sekolah (Cakep) yang transparan, akuntabel dan kompetitif. Proses seleksi sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 Tentang Aparatur Sipil Negara, yang salah satu misinya adalah memindahkan Aparatur Sipil Negara dari comfort zone (zona nyaman) ke copetitief zone (zona kompetitif). Mereka telah melewati uji kompetensi yang dilakukan oleh Panitia Seleksi (Pansel) yang professional dan dapat dipertanggungjawabkan kredibilitasnya.

Para Kepala Sekolah diharapkan dapat menjadi motor penggerak dalam bidang pendidikan di 22 Kabupaten/Kota. Mereka nantinya akan bertindak sebagai “Agen of Change” (Agen Peribahan) dengan memberikan pelayanan terbaik bagi perkembangan akademik dan karekter peserta didik. Kepala Sekolah harus memiliki komitmen yang kuat dalam melayani dan menampilkan diri sebagai model atau contoh yang diteladani oleh para guru, tenaga kependidikan, siswa dan masyarakat. Kepala Sekolah harus menjadi guru bagi para guru dan tenaga kependidikan lainnya.

Di pundak para Kepala Sekolkah baru ini, mantan anggota DPR RI dari Partai Nasdem menitipkan harapan akan kemajuan pendidikan NTT di masa yang akan datang. Kepala Sekolah adalah manager professional degan tugas utama memimpin para guru untuk mendidik, mengajar, membimbing, mangarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik di jenjangnya masing-masing. Sebagai manager harus mampu menumbuhkan semangat belajar dalam diri peserta didik untuk meningkatkan kualitas pendidikan di bumi Flobamorata. Hal ini perlu dilakukan mengingat rata-rata hasil Ujian Nasional di Provinsi NTT tahun 2018 masih jauh dari harapan, yakni untuk SMA : 43,34 dan SMK: 41,27.

Berdasarkan sasaran strategis di bidang Pendidikan dan Kebudayaan, yakni: meningkatkan aksesibilitas dan kualitas pendidikan bagi seluruh masyarakat NTT, maka pemerintah dan pelaku pendidikan wajib berusaha untuk mewujudkannya. Pelaku-pelaku pendidikan terutama Kepala Sekolah perlu memiliki target dalam bekerja. Target dimaksud dapat dibuat dalam bentuk Perjanjian Kinerja antara Kepala Sekolah degan Kepala Dinas, sebagimana Kepala Dinas telah membuat Perjanjian Kinerja dengan Gubernur. Dengan Perjanjian Kinerja itu, maka Kepala Sekolah dituntut bekerja keras dan bekerja tuntas demi kemajuan pendidikan NTT. Khusus untuk Kepala Sekolah Kejuruan, dituntut untuk memiliki jiwa kewirausahaan yang mampu menggerakan produktivitas siswa sesuai dengan tuntutan dunia usaha dan dunia industri (Dudi).

Sebagai seorang Aparatur Sipil Negara, Kepala sekolah dalam melaksanakan tugas sehari-hari wajib tunduk dan taat pada ketentuan/disiplin pegawai yang berlaku. Mereka harus mampu menjadi pelopor integritas di sektor pendidikan dengan menjaga integritas diri, bersikap professional dan berkarakter. Seseorang dikatakan professional apabila memiliki 3 (tiga) kerangka, yakni : kerangka pengetahuan (Body of Knowledge); kerangka keterampilan (Body of Skill); dan kerangka nilai (Body of Velue). Untuk itu dalam bertugas harus menerapkan semboyan “Pantang Tugas Tak Tuntas”. Jangan berpikir untuk meninggalkan tugas atau pindah saat ditugaskan. Gubernur yang terkenal dengan “Revolusi Kelor Hijau” ini menantang para Kepala Sekolah agar siswanya dapat berprestasi dalam ajang minat bakat tingkat provinsi dan nasional, serta guru-gurunya juga berprestasi dalam ajang Olimpoiade Guru Nasional dan Kompetisi Guru Berprestasi. (nol)

0
author
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.