Fasilitasi Guru Terampil dalam Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk Pendidikan

  

Kota Kupang, DISDIK.NTTPROV.GO.ID- Pusat Teknologi dan Komunikasi (Pustekom) Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia bekerja sama dengan UPT Teknologi Komunikasi dan Informasi Pendidikan (Tekkomdik) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur, menyelengarakan kegiatan pelatihan bagi guru SMA/SMK Kota Kupang tentang pembuatan konten pembelajaran. Kegiatan bertempat di ruang Pusat Sumber Belajar (PSB) UPT Tekkomdik berlangsung selama dua hari, yakni Selasa-Rabu (16-17/7 2019) dengan tema: “Fasilitasi Guru Terampil dalam Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk Pendidikan”.

Kepala Sub Bagian tata Usaha (Kasubag TU) UPT Tekkomdik, Charles Malehere, S.Kom dalam wawancara dengan media ini, menyampaikan bahwa pelatiahan bagi para guru ini merupakan program dari Pustekom Kemendikbud, UPT Tekkomdik hanya memfasilitasi peserta untuk mengikuti kegiatan. “Kami mendapat surat dari Pustekom pada hari Senin 14 Juli 2019 untuk melaksanakan pelatihan ini, sehingga kami hanya mampu memfasilitasi guru SMA/SMK Kota Kupang saja, itu pun tidak semua”, ujar Charles. Lebih lanjut disampaikan bahwa ada tiga materi pokok yang dibawakan dalam pelatihan ini, yakni : Sosialisasi tentang Rumah Belajar, Sosialisasi tentang Kuis Kihajar (Kita harus belajar) dan Teknik Pembuatan Video Pembelajaran berbasis Android. Narasumber dalam pelatihan ini adalah : Dr. Karnadi, Charly, Nelwar (Pustekom) dan Ferdinan Wadu He (Duta Rumah Belajar NTT) dari SMAN 5 Kupang. Peserta pelatihan terdiri dari : 25 orang guru SMA/SMK, 5 orang dari LPMP (Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan) NTT dan 2 orang dari UPT Tekkomdik, total 32 orang. “Khusus peserta guru SMA/SMK adalah mereka yang sudah memiliki Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK) dan wajib membawa Rencana Program Pembelajaran (RPP) tahun pelajaran 2019/2020”, tandas Charels mengakhiri keterangannya.

Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (Kabid GTK) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Adelino DC. Soares, AKS,MPS,S.p, dalam arahannya pada acara pembukaan, Selasa 16 Juli pukul 09.00 Wita merngatakan bahwa, dalam menghadapi era industri 4.0 (four point zero), guru perlu memiliki kemampuan inovatif dalam membuat media pembelajaran . “Jangan sampai peserta didik lebih mahir dalam memanfaatkan Teknologi Informasi dari pada gurunya” tegas Adelino. Peserta didik harus dibiasakan untuk menggunakan teknologi informasi untuk kepentingan pembelajaran, bukan hanya untuk kesenangan. Lebih lanjut diuraikan bahwa untuk mengimbangi era industri 4.0, sektor pendidikan tidak biasa lagi diurus secara manual, harus melibatkan pemanfaatan teknologi informasi. “Kita harus mampu memanfaatkan sumber daya yang kita miliki untuk membuat perubahan, guru jangan lagi memakai cara lama sperti coppy paste dalam membuat perengkat pembelajaran”, tandas Kabid. Lebih jauh dijelaskan bahwa, para guru dituntut untuk bersikap professional dalam melaksanakan tugas, salah satunya adalah membuat perangkat pembelajaran dengan kemampuan sendiri. “Era Industri 4.0 tidak saja membutuhkan kerangka pengetahuan (Body of Knowledge), kerangka keterampolan (Body of Skill), kerangkan nilai (Body of Velue), tetapi juga produktif. Dengan kemampuan produktif, seseorang mampu membuat inovasi baru yang dapat memudahkan pelaksanaan tugas dan hasil yang diperoleh pun maksimal”, ujar Adelino mengakhiri arahannya.

Salah seorang Narasumber Pusat, Dr. Karnadi, yang dimintai keterangannya seusai acara penutupan, mengatakan bahwa, kegiatan fasilitasi ini merupakan program dari Pustekom Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. “Seluruh biaya untuk pelaksanaan kegiatan ini seperti : transportasi, akomodasi, konsumsi dan honorarium ditanggunbg oleh Pustekom, balai atau UPT Tekkomdik hanya menyediakan tempat dan memfasilitasi peserta kegiatan”, tegas Karnadi. Pelatihan ini bertujuan untuk : membantu para guru agar mampu memanfaatkan sumber belajar (Rumah Belajar) yang dikembangkan oleh pustekom di kelas, serta membantu para guru agar mampu membuat video pembelajaran berdurasi pendek sesuai dengan materi yang diajarkan. Beliau juga berpesan bahwa, jika UPT Tekkomdik atau sekolah ingin menyelenggarakan kegiatan semacam ini, maka Pustekom siap membantu. UPT Tekkomdik atau sekolah membuat proposal dan mengirimkannya ke Pustekom. Dengan dasar proposal itu Pustekom akan mengalokasikan anggaran untuk membiayai kegiatan itu. Khusus untuk peserta kegiatan, Karnadi menegaskan bahwa : “Peserta tidak otomatis menerima setifikat setelah kegiatan. Sertifikat akan diterima oleh peserta apabila peserta mengirimkan karyanya berupa video poembelajaran ke Pustekom”. Di akhir keterangannya Karnadi mengahrapkan agar peerta kegiatan dapat membantu Pustekom dalam mensosialisasikan sumber belajar (Rumah Belajar) di seluruh sekolah di NTT.

Senebtara itu, Karolina Koli (peserta dari SMAN 5 Kupang) dan Nikson A. Selly (peserta dari SMAN 2 Kupang) yang dimintai tanggapannya setelah kegiatan, mengatakan bahwa, pelatihan ini sangat bermanfaat bagi guru. “Kami berterima ksih kepada Pustekom dan UPT Tekkomdik karena kami mendapatkan materi pelatihan yang sangat membantu kami dalam membuat media pembelajaran dengan hanya menggunakan HP Android”. Mereka sangat berharap agar pelatihan semacam ini jangan berhenti sampai di sini, karena masih banyak guru yang membutuhkan, demi mengimbangi kemajuan ilmu dan teknologi yang sangat pesat ini. (nol)

0
author
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.